Kejahatan keuangan merupakan masalah bagi negara manapun di seluruh dunia. Bentuk kejahatannya yang beragam, serta dapat dilakukan oleh baik individu maupun organisasi, memberikan tantangan serius bagi pemerintah. Luasnya dampak negatif yang ditimbulkan praktik kejahatan ini membuat berbagai pihak mulai dari akademisi, pemerintah, organisasi internasional, maupun profesi berlomba-lomba dalam memberikan terobosan mekanisme pendeteksi serta penanggulangan kejahatan yang sering dilakukan secara terorganisir. Di berbagai organisasi, kejahatan ini menjadi salah satu alasan penting bagi mereka dalam melakukan evaluasi dan penguatan tata kelola organisasi yang baik. Di berbagai negara dengan tingkat kejahatan keuangan yang tinggi, praktik ini dilaporkan sebagai parasit atas optimisme pertumbuhan ekonomi. Bagi para aktor pelakunya, batas negara tidak menjadi hambatan dalam menjalankan kejahatannya. Untuk itu, tak heran apabila dalam perkembangannya, mekanisme pendeteksian dan pencegahan kejahatan keuangan ini turut melibatkan kerjasama antar negara baik pada tingkat bilateral maupun internasional.
Berita
Magister akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan pelepasan wisudawan periode Oktober 2018 pada Rabu,24 Oktober 2018 bertempat di Selasar Gedung Learning Center (LC) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Program Studi Magister Akuntansi, FEB UGM Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., dan juga dihadiri Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, FEB UGM, Kusdhianto Setiawan, Sivilekonom, Ph.D., dan para pendamping wisudawan.
Era revolusi 4.0 diawali dengan lahirnya globalisasi ekonomi. Pergerakan kemajuan bisnis di era ini disertai dengan perkembangan teknologi mutakhir. Kemajuan yang pesat dibuktikan dengan munculnya ide-ide bisnis kreatif dan inovatif berlatar teknologi. Masyarakat dunia, tidak terkecuali Indonesia dituntut untuk mampu mengikuti arus perkembangan dan kemajuan teknologi di era revolusi 4.0 saat ini. Upaya memperkaya pengetahuan digencarkan untuk menigkatkan awareness terhadap perkembangan teknologi yan saat ini telah merasuk pada setiap lini masyarakat.
Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada (Maksi FEB UGM) merupakan salah satu program studi berstandar internasional yang dibuktikan dengan akreditasi AACSB atau Association to Advance Collegiate Schools of Business. Sebagai salah satu program studi unggulan UGM, Program Maksi FEB UGM tidak ingin ketinggalan dalam memberikan kontribusi kepada bangsa dalam kemajuan era revolusi 4.0 saat ini dengan menghadirkan Accounting Competition, Call for Essay and Strategic Seminar 2018 atau ACCESS’18
ACCESS’18 merupakan serangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka mengedukasi civitas akademika dan masyarakat umum akan kehadiran Financial Technology atau Fintech yang saat ini tengah menjamur di seluruh dunia. Rangkaian kegiatan ini terdiri dari Accounting Competition atau kompetisi akuntansi, Call for Essay atau kompetisi essay, dan Strategic Seminar atau seminar stratejik yang akan mengupas dengan tuntas mengenai Fintech. Rangkaian kegiatan ini dilaksanakan pada Jumat, 28 September 2018 bertempat di Auditorium Lantai 8 Gedung Learning Center FEB UGM. Satu hari tersebut akan menjadi sejarah bagi perkembangan Fintech di Indonesia.
Dalam rangka mengembangkan wawasan keilmuan, mahasiswa Magister Akuntansi (Maksi), Fakultas Ekonomi, Universitas Cenderawasih, Papua mengikuti kuliah singkat yang merupakan kerjasama dengan Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Gadjah Mada (UGM). Kuliah singkat dilaksanakan pada Senin, 28 Agustus 2017 sampai dengan Rabu, 30 Agustus 2017 bertempat di kampus FEB UGM. Kegiatan yang diikuti oleh 26 orang mahasiswa Maksi Universitas Cenderawasih ini dibuka oleh Ketua Program Studi Maksi FEB UGM, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A dan disambut oleh Ketua Program Studi Maksi Universitas Cenderawasih, Dr. Meinarni Asnawi, S.E., M.Si.
Dalam sambutannya, Meinarni Asnawi menyampaikan tujuan utama kunjungan mahasiswa Maksi Universitas Cenderawasih ke UGM adalah untuk membuka wawasan para mahasiswa akan dunia perkuliahan yang lebih kompleks. Menurutnya, para mahasiswa Maksi, Universitas Cenderawasih cenderung lebih ‘santai’ dalam melaksanakan kewajiban belajar dan menulis naskah thesis dan jurnal. Diharapkan dengan mengikuti perkuliahan singkat di Maksi FEB UGM, para mahasiswa akan termotivasi untuk meningkatkan kualitas belajarnya sehingga dapat menyelesaikan studi dengan baik.
Adapun materi kuliah singkat yang disampaikan kepada mahasiswa Maksi Universitas Cenderawasih terdiri dari; Akuntansi Keuangan Sektor Publik, Pengauditan Forensik, Akuntansi Manajemen Sektor, Publik, Metode Penelitian Terapan, Metode Penelitian Terapan, Pengauditan Kepatuhan & Pengendalian Internal, dan Manajemen Aset. Pemateri kuliah singkat tersebut merupakan dosen dan tenaga pengajar dari FEB UGM yang mumpuni di bidangnya. Adapun para pemateri terdiri dari; Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak. CA.; Prof., Dr. Jogiyanto Hartono M, M.B.A., Ak., CMA., CA.; Prof. Mahfud Sholihin, Ph.D.; Irwan Taufiq Ritonga, S.E., M.Bus., Ph.D., CA., Taufikur Rahman, M.B.A., Ak., CA; Jaswadi, S.E., M.Si., DBA., Ak., CA., CPA.; dan Erhman Suhartono, S.E., M.Si.
Selama mengikuti kuliah singkat, para peserta juga diberikan kesempatan untuk mengakses koleksi pustaka yang dimiliki oleh Maksi FEB UGM dan perpustakaan FEB UGM. Para peserta diperkenalkan pada SIPUS UGM, yaitu Sistem Informasi Perpustakaan UGM yang memudahkan para mahasiswa untuk mengakses koleksi perpustakaan di seluruh UGM melalui jaringan online. Selain SIPUS UGM, peserta juga diperkenalkan pada EBSCO yang merupakan basis data e-book dan jurnal dari berbagai negara. Selain buku, jurnal dan literatur, para peserta juga diberikan akses untuk membaca kumpulan thesis dari Maksi FEB UGM. Diharapkan dengan mengakses koleksi thesis Maksi FEB UGM, para peserta dapat terinspirasi untuk menulis naskah thesis maupun jurnal.
Uang adalah darah dari perekonomian. Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D menganalogikan uang sebagai darah karena uang merupakan salah satu unsur utama dalam sebuah sistem ekonomi. Sedangkan para bendahara adalah ‘kran’ dari aliran darah sehingga bendahara memainkan peran krusial dalam sistem ekonomi. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada dalam kegiatan pembukaan Pelatihan dan Sertifikasi Bendahara Pengeluaran pada Senin, 27 Agustus 2018. Kegiatan yang diikuti oleh 58 orang bendahara dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah dari Kabupaten Bogor ini berlangsung selama tiga hari mulai Senin, 27 Agusutus 2018 sampai dengan Rabu, 29 Agustus 2018.
Senada dengan pernyataan Eko Suwardi, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bogor, H. Didi Kurnia, S.H., M.Si juga membenarkan bahwa para bendahara memiliki peran penting dalam perekonomian daerah. Menurutnya para bendahara merupakan ujung tombak pengelolaan keuangan daerah. Selaras dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas keuangan daerah maka diperlukan kecakapan dan keterampilan khusus para bendahara dalam membelanjakan anggaran daerah.
Program Magister Akuntansi menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Peningkatan Kualitas Pengelolaan Keuangan Pemda Berbasis Akrual” yang diselenggarakan pada Senin, 20 Agustus 2018 di Ruang P 5.4, Pertamina Tower, FEB, UGM. Pemateri kuliah umum kali ini adalah Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Hamdani, M.M., M.Si., Ak., CA,. dan mahasiswa yang mengikuti adalah mahasiswa Magister Akuntansi FEB UGM dengan konsentrasi Akuntansi Publik dan Audit.
Universitas Gadjah Mada sebagai universitas yang pertama didirikan di Indonesia merupakan universitas milik bangsa Indonesia. Universitas yang akan menginjak usia 70 tahun pada tahun 2019 ini terbuka bagi seluruh putra putri bangsa sebagai tujuan belajar, penelitian, kerjasama dan peningkatan kualitas bangsa. Salah satu wujud kontribusi Universitas Gadjah Mada pada peningkatan kualitas bangsa dengan membangun Indonesia melalui daerah adalah dengan berbagai kegiatan pelatihan bagi aparatur pemerintah daerah. Pernyataan tersebut disampaikan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM), Eko Suwardi, M.Sc., Ph.D pada pembukaan pelatihan Pengelolaan Keuangan Daerah Kabupaten Mempawah yang dilaksanakan pada Kamis, 9 Agustus 2018 di Pertamina Tower FEB UGM.
Kegiatan pembukaan pelatihan ini selain dihadiri oleh Ketua Program Studi Magister Akuntansi, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., juga dihadiri oleh Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Mempawah, Drs. Zulkifli Salim, M.Si. Dalam sambutanya, Zulkifli Salim menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan pelatihan ini adalah untuk mengkonfirmasi kembali ilmu yang selama ini diterapkan oleh para aparatur keuangan daerah di Kabupaten Mempawah dengan Ilmu Akuntansi langsung dari sumbernya yaitu Universitas Gadjah Mada. Karena selama ini para aparatur pemerintah daerah di Kabupaten Mempawah melaksanakan tugasnya berdasarkan ‘kebiasaan’ namun belum pernah mendapatkan ilmu mengenai pengelolaan keuangan daerah secara formal. Sehingga dengan mengikuti kegiatan pelatihan yang dilaksanakan bekerjasama dengan akademisi diharapkan bagi para aparatur pemerintah daerah dapat melaksanakan fungsi dan tugasnya sesuai dengan amanah undang-undang yang berlaku.
Kegiatan pelatihan yang diikuti oleh 56 orang aparatur pemerintah daerah Kabupaten Mempawah tersebut dilaksanakan selama 2 hari yang diisi dengan berbagai materi seputar pengelolaan keuangan daerah. Adapun pemateri pelatihan merupakan para dosen atau tenaga pengajar dari FEB UGM serta para praktisi yang kompeten di bidangnya.
Ketua Program Studi Magister Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada memberikan kuliah umum dengan tajuk “Seputar Masalah Pembangunan, Keuangan dan Peran Akuntansi di Tengah Arus Globalisasi” di Fakultas Ekonomi Universitas Pattimura Ambon pada Kamis, 2 Agustus 2018
Magister akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan pelepasan wisudawan periode Juli 2018 pada Kamis, 19 Juli 2018 bertempat di Selasar Gedung Learning Center (LC) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Gadjah Mada (UGM). Kegiatan ini dibuka oleh Ketua Program Studi Magister Akuntansi, FEB UGM Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., dan juga dihadiri Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan Sumber Daya Manusia, FEB UGM, Kusdhianto Setiawan, Sivilekonom, Ph.D., serta para dosen pembimbing thesis, dan para pendamping wisudawan.
Wisuda periode ini diikuti oleh 69 wisudawan yang terdiri dari 31 orang wisudawan dan 38 orang wisudawati. Adapun predikat wisudawan dengan IPK tertinggi diraih oleh Giesta Artatia dengan IPK 3.95. Gelar wisudawan dengan durasi belajar paling cepat diraih oleh Muh. Zulkifli dengan masa studi 1 tahun 7 bulan. Sedangkan gelar wisudawan termuda diraih oleh Bobby Himawan dalam usia 24 tahun 5 bulan.
Beberapa Karya Ilmiah mahasiswa Program Studi MAKSI FEB UGM, berhasil diterima di Simposium Nasional Akuntansi (SNA) 2018 di Samarinda, Kalimantan Timur.
Berikut Karya Ilmiah Mahasiswa Program Studi Maksi FEB UGM yang diterima di Simposium Nasional Akuntansi 2018 :