Berita

Seminar Nasional 2017 “Integrated Reporting: Pendekatan Baru Dalam Nilai Perusahaan”

Dewasa ini, nilai sebuah entitas bisnis tidak hanya dilihat dari aspek ekonomi namun juga dari aspek sosial. Entitas bisnis tidak hanya dituntut untuk mengejar keuntungan (profit oriented) namun juga harus memberikan perhatian pada keberlangsungan usaha (going concern). Tantangan besar bagi entitas bisnis saat ini adalah bagaimana mengkombinasikan nilai ekonomi dan nilai sosial yang telah dicapai untuk mempertahankan going concern. Keberlangsungan usaha menjadi salah satu alasan PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia (PT GMF AeroAsia) dalam menyajikan laporan terintegrasi. Integrated Reporting atau laporan terintegrasi dipercaya oleh PT GMF AeroAsia dapat meningkatkan nilai perusahaan karena dapat menghitung nilai perusahaan berdasarkan kinerja keuangan dan non-keuangan.

 

Mengelola bisnis tidak hanya mengelola aspek ekonomi tetapi bagaimana perusahaan juga dapat mengelola aspek sosial dan lingkungan. Pernyataan menarik tersebut disampaikan oleh Chief Financial Officer PT GMF AeroAsia, Insan Nur Cahyo, S.E., Ak., M.M., CA dalam Seminar Nasional 2017 “Integrated Reporting: Pendekatan Baru dalam Menilai Perusahaan” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMMA), Program Studi Magister Akuntansi (Maksi), Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB), Universitas Gadjah Mada (UGM). Menurut Insan Nur Cahyo, laporan terintegrasi dibuat karena adanya tuntutan dari stakeholder yang menginginkan laporan perusahaan tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga non-finansial. Laporan keuangan yang dihasilkan oleh perusahaan tidak hanya untuk kepentingan internal perusahaan tetapi pihak eksternal seperti para pemegang saham, kreditor, dan lain-lain. Insan Nur Cahyo menambahkan, kinerja non keuangan harus dapat ditunjukkan sehingga memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Namun, tantangan tersulit dari penyusunan laporan kinerja non-keuangan adalah menghitung intangible asset.

 

Untuk membantu menjalankan proses bisnis, PT GMF AeroAsia menggunakan beberapa software seperti SAP, Mercator, dan ReadSoft. Penggunaan software ini membantu menyediakan dan menyederhanakan informasi yang sejalan dengan proses bisnis dan tujuan perusahan berbasis sistem dan mengurangi proses secara manual. Selain itu, penggunaan software dapat menyajikan data reliable dan cepat serta informasi keuangan yang auditabel, mendukung good governance, pengendalian internal, dan pegelolaan dokumen secara profesional. Software tersebut mencangkup accounting, treasury, dan taxation. Proses konsolidasi juga dapat lebih mudah dilakukan serta lebih menghemat waktu dan biaya. PT GMF AeroAsia juga bekerja sama dengan pihak perbankan untuk mendukung aktivitas bisnis seperti BNI dan City Bank. Laporan keuangan yang dibuat oleh PT GMF AeroAsia disesuaikan dengan lokasi bisnis di setiap negara seperti local currency, hard currency, dan reporting currency. Dengan pengelolaan yang professional, annual report PT GMF AeroAsia telah mendapatkan berbagai penghargaan mulai tahun 2004 hingga terakhir di tahun 2017.

 

Selain menghadirkan pembicara dari sektor bisnis, seminar yang dilaksanaan pada Sabtu, 21 Oktober 2017 bertempat di University Club Hotel, Universitas Gadjah Mada tersebut juga menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi di bidang Ilmu Akuntansi, Drs. Haryono, Ak., M.Com yang merupakan dosen sekaligus Direktur Keuangan dan Administrasi Rumah Sakit Akademik, UGM. Menurut Haryono, laporan terintegrasi berisikan cara berkomunikasi versus mematuhi, melaporkan aset tidak berwujud, breaking down silos, dan meningkatkan transparansi. Transparansi informasi dapat menghilangkan informasi yang terkotak-kotak dalam perusahaan yang disatukan dalam satu laporan. Namun yang menjadi perhatian dalam transparansi yaitu pertimbangan dari sisi daya saing terhadap kompetitior, jangan sampai hal ini malah menjadi masalah baru untuk perusahaan.

 

Universitas Gadjah Mada telah menerapkan Integrated Reporting berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan nilai-nilai ke-UGM-an. Integrated reporting adalah sebuah proses yang didasarkan pada pemikiran terpadu (integrated thinking) yang menghasilkan laporan terpadu (integrated report) secara periodik oleh suatu organisasi tentang penciptaan nilai dari waktu ke waktu dan komunikasi mengenai aspek penciptaan nilai. Integrated report adalah suatu komunikasi yang ringkas dan terintegrasi tentang bagaimana strategi, tatakelola dan remunerasi, kinerja dan prospek suatu organisasi menghasilkan penciptaan nilai dalam jangka pendek, menengah dan jangka panjang.

 

Sebagai seorang Akuntan, Haryono berpendapat saat ini akuntan memiliki peluang pekerjaan baru dalam membuat laporan terintegrasi. Walaupun demikian, akuntan tetap harus belajar dan menambah pengetahuannya setiap waktu untuk meningkatkan daya saingnya. Saat ini UGM mempersiapakan lulusannya untuk siap memperoleh pekerjaan namun menjadi lulusan yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan atau disebut dengan lulusan sosio-enterpreneur. Sehingga saat ini banyak lulusan UGM membuka lapangan pekerjaan sendiri atau menjadi pengusaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *